Senin, 28 September 2015

Cloud Computing

BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi saat ini mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa, sehingga kegiatan sehari-hari yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet saat ini lebih diarahkan pada proses aplikasi sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga. Permasalahan diperoleh dalam pengolahan sistem jaringan. Apabila ada suatu perubahan program aplikasi internet pada server dalam jaringan lokal, datanya harus di-instal ulang atau disesuaikan kembali. termasuk pada pemakaian komputer biasa diperlukan sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi sangat menentukan program aplikasi. Kalau pemakai memilih sistem operasi MS Windows misalnya, maka aplikasinya pun harus berbasis Windows. Demikian juga kalau sistemnya berbasis DOS, Linux, Mac, dan sebagainya. Sekarang konsep teknologi informasi Cloud Computing  sedang hangat dibicarakan.
 Cloud Computing merupakan salah satu teknologi yang sekarang sedang banyak diadopsi dan menjadi trend dalam proyek-proyek teknologi informasi, tetapi sebenarnya masih sedikit yang mengkaji bagaimana tingkat keamanan jaringan informasi dan datanya. Ada banyak Aspek yang dapat dilihat dalam mengkaji celah keamanan pada cloud computing. Misalnya berdasarkan model layanan-layanan pada cloud computing dapat dilihat, apakah celah keamanan jaringan informasi tersebut berada pada model layanan Software as a Service, dan atau Platform as a Service, dan atau apakah pada Infrastructure as a Service.
Ada banyak isu seputar keamanan pada cloud computing. Dengan teknologinya yang memudahkan konsumen untuk dapat mengakses layanan cloud melalui web browser atau layanan web, ada tiga contoh masalah keamanan yaitu : XML Signature Element Wrapping, Browser Security, Cloud Malware Injection Attack and Flooding Attacks. Namun salah satu isu yang paling difokuskan oleh user adalah kehilangan atau kebocoran data dan pembajakan account atau service. Dua ancaman tersebut sangat krusial bagi user.
Untuk menjawab sisi keamanan tentang kehilangan data dan pembajakan account tersebut, muncul istilah Identity Management dan access control sebagai kebutuhan yang utama bagi SaaS Cloud computing. Dan salah satu solusi untuk identity management tersebut adalah metode single sign on.
Identity Management pada cloud computing juga terkait dengan fokus bahasan pada paper ini, yaitu keamanan cloud computing dari sisi model layanan Software as a Service-nya. Dengan penjelasan detail sebelumnya mengenai komponen-komponen pembentuk sebuah SaaS pada Cloud Computing yaitu menggunakan Service Oriented Architecture (SOA) dengan Web Services standart (bahasa xml).

Tujuan

Dari Latar belakang diatas, dapat dirumuskan tujuan dari penulisan paper ini yaitu :
  1. Menjelaskan teknologi SaaS pada cloud computing, dan bagaimana sisi keamanan dari SaaS Cloud Computing tersebut
  2. Memberikan pemaparan yang terstruktur dari arsitektur SaaS Cloud computing, untuk kemudian dapat dimengerti secara jelas apa saja yang membentuk sebuah SaaS Cloud computing, sehingga kemudian muncul metode single sign on sebagai salah satu solusi bagi keamanan SaaS cloud computing
  3. Memberikan penjelasan cara kerja, skenario, dan contoh implementasi Single Sign On dalam sebuah jaringan cloud computing.


 BAB II
PENJELASAN

A.    Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing" Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk mensupport  business process. Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yangdi dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud ).


B. Sejarah Cloud Computing
       Konsep cloud computing lahir pertama kali oleh John McCarthy pada tahhun 1960. Ide tersebut bermula dari kebutuhan untuk membagikan data untuk semua orang di seluruh dunia. Pencetus ide tersebut, Mohamed J.C.R Licklider menginginkan semua orang dapat mengakses apa saja dan dari mana saja.
       Cloud computing merupakan evolusi dari virtualization, service oriented architecture, autonomic dan utily computing. Cara kerja dari cloud computing tersebut bersifat transparan sehingga user tidak perlu pengetahuan untuk menyelesaikan apapun tugas mereka, mereka hanya perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya.
       Sejak tahun 1960’an cloud computing telah berdampingan dengan perkembangan internet dan web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar, maka internet lebih dulu berkembang dibandingkan dengan cloud computing.
       Faktor utama berkembangnya cloud computing ini adalah matangnya teknologi visual, perkembangan universal bandwidth yang memiliki kecepatan tinggi dan perangkat lunak universal. Begitulah menurut Jamie Turner, pelopor komputasi cloud.
C. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing
 Kelebihan dari Cloud Computing
  •  Kemudahan Akses
Hal ini merupakan hal yang paling menonjol dari cloud computing yaitu kemudahan akses. Jadi kita perlu berada pada suatu komputer yang sama untuk melakukan suatu pekerjaan karena aplikasi dan data kita berada pada server cloud
  •  Fleksibilitas
Data yang kita perlukan tidak harus kita simpan dalam harddisk. Dimanapun kita berada asalkan terkoneksi dengan internet kita bisa mengakses data yang berada pada server cloud
  •  Lentur dan Mudah Dikembangkan
Salah satu karakter cloud computing ini adalah Rapid Elasticity maka ini juga merupakan salah satu kelebihan cloud computing. Jadi user bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai dan akan mempengaruhi biaya yang mereka keluarkan

Kekurangan dari Cloud Computing
  • Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa digunakan sama sekali jika internet atau kelebihan beban. Semua tergantung dari kondisi penyedia layanan cloud computing. Jika penyedia rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian yang besar

D. Jenis layanan yang disediakan oleh Cloud Computing
1.   Infrastructure as a Service
Hal ini meliputi seluruh penyediaan infrastruktur IT seperti fasilitas data center, storage, server, grid untuk virtualized server dan seluruh komponen networking yang ada dalam sistem cloud yang dikelola oleh pihak ketiga. Sinonim lainnya adalah Hardware as A Service. Secara sederhana kita “menyewa” infrastruktur atau hardware provider Cloud Computing seperti server space, network equipment, memory, CPU cycle dan storage. Pada jenis layanan ini dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center milik IaaS. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan modal IaaS dalam bentuk Virtual Private Server
2.     Platform as a Service
Jenis layanan ini merupakan development platform berbasis web dimana kita bisa menggunakannya untuk membuat sebuah aplikasi web. PaaS akan membuka kesempatan bagi para developer dari berbagai tingkat pengetahuan untuk mengembangkan aplikasi secara cepat dan murah. Contoh dari jenis layanan ini adalah Google AppEngine yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi diatas platform Google dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django. Penyedia jasa PaaS menyediakan layanan berupa platform mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi cluster sampai menyediakan sistem operasi diatasnya.
3.     Software as a Service
Jenis layanan ini merupakan aplikasi web-based interface yang di deploy di sisi pihak ketiga sehingga dapat diakses melalui jaringan oleh setiap pelanggan. Contoh dari SaaS yaitu layanan CRM online Salesforce.com dengan harga yang sangat terjangkau. Sebenarnya kita sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search Bing atau MSN Messenger. Contoh lainnya adalah Google Docs atau Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar